Pusat Studi Bioteknologi Universitas Gadjah Mada bersama Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), terus memperkuat kolaborasi penelitian di bidang pengembangan antivenom. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah dalam mendukung penelitian bioteknologi dan biomedis yang memiliki relevansi strategis bagi kesehatan.
Pada Juli dan Agustus 2026, Pusat Studi Bioteknologi UGM menerima kunjungan Kepala Baharwathan Kemhan RI didampingi Sekretaris Baharwathan Kemhan RI, Kepala Pusat Pengelolaan Farmasi Pertahanan (Pus Lola Farhan) Baharwathan Kemhan RI, dan staf Baharwathan Kemhan RI, yang didampingi oleh Direktur Direktorat Penelitian UGM dan Pusat Studi Bioteknologi UGM. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau keberlanjutan pemeliharaan serta kegiatan milking ular death adder yang menjadi bagian dari penyediaan bahan biologis untuk mendukung penelitian antivenom. Dalam kesempatan yang sama, kedua institusi melakukan diskusi terkait aspek teknis, kebutuhan penelitian, serta koordinasi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pada hari tersebut juga dilanjutkan dengan serah terima ular sebagai bagian dari penyediaan material biologis yang diperlukan untuk mendukung penelitian. Serah terima ular dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan penanganan material biologis secara bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan kerja sama penelitian yang mengintegrasikan sumber daya, fasilitas, dan kompetensi dari kedua institusi.

